Repost from #indonesiabertauhid
Kasian si pengolok ini tampaknya belum sempat taubat. Takbir adalah seruan untuk mengagungkan Allah, sedang take beer adalah kemungkaran. Menjadikan ucapan ini sebagai permainan adalah penistaan yang nyata. Yang paling saya herankan adalah, ternyata banyak juga orang Islam yang ikut2 gaya olokan kaum kafir.
.
"Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman… " [At Taubah : 65-66]
Ini akunnya
https://www.facebook.com/W1L1SATA
KETAHUILAH WAHAI ORANG ORANG YANG BERIMAN
[Inilah Kenapa Allah Tidak Langsung Memberi Adzab Kepada Orang Kafir]
Siksa Allah itu pasti bagi orang-orang yang durhaka atau ingkar kepada Allah Swt. Kalau tidak di dunia ini, pastinya di akhirat kelak. Dan ini pun tidak diragukan lagi, sebab banyak ayat Al-Qur’an menjelaskan tentang siksa Allah.
Salah satu rahasia yang diungkapkan dalam al-Qur’an adalah bahwa manusia tidak segera dibalas atas perbuatan buruk yang mereka lakukan, tetapi siksa tersebut ditang¬guhkan hingga waktu tertentu. Hal ini dikemukakan dalam ayat-ayat sebagai berikut:
“Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melata pun akan tetapi Allah menangguhkan mereka, sampai waktu tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” (Q.s. Fathir: 45).
“Dan Tuhanmulah Yang Maha Pengampun lagi mempunyai rahmat. Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung daripadanya.” (Q.s. al-Kahfi: 58).
Bahwa banyak orang yang tidak segera dibalas atas perbuatan buruk mereka menyebabkan mereka beranggapan bahwa mereka tidak akan pernah diminta tanggung jawab atas perbuatan jahat mereka. Anggapan ini menyebabkan mereka tidak mau bertobat, merasa menyesal, dan memperbaiki kesalahan mereka. Di samping itu, hal tersebut semakin menambah keangkuhan mereka. Karena terjauh dari hikmah, mereka tidak dapat melihat bahwa apa yang mereka lakukan itu akan menyebabkan datangnya azab, bahkan azab tersebut semakin berat di akhirat kelak. Dalam al-Qur’an, Allah menyatakan sebagai berikut:
“Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir menyangka bahwa pemberian tangguh Kami kepada mereka adalah lebih baik bagi mereka. Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanyalah supaya bertambah-tambah dosa mereka, dan bagi mereka azab yang menghinakan.” (Q.s. Ali Imran: 178).
Inilah penangguhan yang diberikan Allah untuk menguji manusia. Namun, tentu saja ada waktu yang telah ditetapkan Allah sehingga setiap orang akan dibalas atas apa yang mereka perbuat. Ketika waktu yang ditetapkan ini tiba, maka waktu tersebut tidak dapat ditunda atau dipercepat, meskipun hanya sesaat. Allah memberi tahu kita bahwa setiap orang pasti akan memperoleh balasan:
“Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka.” (Q.s. Thaha: 129).
“Dan Aku tangguhkan mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat teguh.” (Q.s. al-A‘raf: 183).
sumber
http://islamidia.com/inilah-kenapa-allah-
tidak-langsung-memberi-adzab-kepada-orang-kafir/
jadi kita tunggu saja soubb
cepat atau lambat...hanya Allah lah yang menentukan
Semoga kita dapat memetik hikmah di balik semua ini....khususnya bagi saudara q seiman....dan yang lainnya semoga mendapat hidayah Allah
Allah itu maha adil
#dibayar_kontan_oleh_Allah
#mulut_mu_hari_mau_mu
#mengingatkan_untuk_yang_lain
#yang_sudah_mempermainkan_Islam
#buruan_tobat_sebelum_menyesal
#mau_hidayah_atau_malah_sebaliknya
#hanya_Allah_maha_pemberi_hidayah
Tidak ada foto dalam mode gratis
Gunakan Data untuk Melihat Foto
https://free.facebook.com/l.php?u=https%3A%2F%2Ft.co%2FFfhjE7tAXs&h=ATPpZC-YfK-Dj5gMAXF59jjvHgCLL93mn7GPNO2I9MriH2t60F8r1IARu35ABYPwFdPLhXWDlH__pilDVPhkMqVfyrnyhQvEOEGB25vHgh52tEo0DMDdIihBGvOxKzYgvJO21HkGwsLpK018BfzEoscu&enc=AZOsFAG-vtX0LTftw64hIAIRAHkhth0a11xFAhVpvHJVQYtmlKEZ1o1qoW4NsL6hLan25-MkEmL6GxvPW2uIDOnWzZsnLntsIchLY-OvHZW9g53NNOvOpQPYPsk-3kNHVS3-pzVYbbXJbZ0k7B7VkDt5MX3eFhnPwzaMNc0ANXmq1xyewG0zcUiqmBxbiZz4UybjIRFz3HEfYAw9UzhHKdrUa9bHXPC0tEdbewjSgAuFHI-w38MpgYFf2-soDBj007nQUl7NnCTN2n2syaNb889XBgW8V0lS9Vvsi_NCIfY7mBrvBlG8VVu_bEblY6j6KbylHNzemZKQRuEygImRDe0iDctRIp7tm0l0SjFPqu98pg&s=1
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Anak-anak ini rela menempuh perjalanan jauh dari ogan ilir sumatera demi berlebaran dengan sang Ibu di tanggerang banten. Rindu yang terpendal Selama satu tahun yang mampu membangkitkan semangat mereka, Setelah satu tahun terpisah semenjak kedua orang tuanya bercerai.
Ridlo Allah Tergantung Pada Ridlo keduanya.
Sarah menyesali sikapnya yang tak ingin dekat-dekat dengan mertuanya yang hanya seorang tukang gorengan.
Tukang gorengan yang berhasil :
• Menjadikan suaminya seorang sarjana,
• mendapatkan pekerjaan yang di idam-idamkan banyak orang.
• Berhasil mandiri, hingga Sarah bisa menempati rumah yang nyaman dan mobil yang bisa ia gunakan setiap hari.
"Ayaaah, maafkan Sarah", tangis sarah meledak.
Ibunda Sarah yang sejak tadi duduk di samping Sarah segera memeluk Sarah.
*"Sarah...*
*• kembalilah ke rumah suamimu.*
*Ia orang baik nak...*
*• Bantulah suamimu berbakti kepada orang tuanya.*
*• Bantu suamimu menggapai surganya,* *dan dengan sendirinya, ketaatanmu kepada suamimu bisa menghantarkanmu ke surga".*
Ibunda sarah membisikkan kalimat itu ke telinga Sarah.
Sarah hanya menjawabnya dengan anggukan, ia menahan tangisnya.
Bathinnya sakit, menyesali sikapnya.
Sarahpun pulang menghadap suaminya dan sambil menangis memohon maaf kpd suaminya atas prasangka yg salah selama ini.
Di lain hari, sarahpun mengikiti suaminya bersilaturahmi kpd ibu kandung suaminya alias mertua dirinya.
Suaminya meneteskan air mata menatap istrinya yg di tangan istrinya tertenteng 4 liter minyak goreng untuk mertuanya.
Tetesan air mata suami bukan masalah jumlah liternya
tapi karena perubahan istrinya yg senang dan nampak ihlas hendak datang kpd orang tuanya alias mertua istrinya.
Seterusnya Sarah berjanji dalam hatinya, untuk menjadi istri yang taat pada suaminya.
Sesekali waktu, Sarah bukan mengajak suaminya ke Mall tapi minta anjangsana ke rumah mertuanya dan juga orang tuanya.
Subhanallah....
Kirimkan Kisah ini ke semua sahabat Anda, siapa tahu ada orang yang mau mencoba dan mengambil manfaat dari kisah ini, sehingga anda pun akan mendapatkan pahala.
Insya Allah...
Semoga para istri tetap mendukung suaminya tuk berbakti pada ibunya.
*Semog Alloh meridhoi kita aamiin*
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar